Viking Fronteira

Saturday, January 1, 2011

Shahril Siap Jawab Tantangan

KIARACONDONG,(GM)-
Padatnya jadwal yang harus dilakoni Persib Bandung ternyata sempat membuat gelandang asal Singapura, Shahril Ishak terkejut. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 9 laga harus dilakoni dalam waktu 29 hari olehnya.

Bermain di Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011 memang pengalaman pertama bagi Shahril. Sebelumnya ia belum pernah mengalami padatnya jadwal seperti di kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini.

"Di Liga Singapura juga ada perubahan jadwal, tetapi tidak seperti di sini. Perubahannya hanya sedikit. Setelah itu normal kembali. Sehingga, tidak mengganggu semua tim yang sudah melakukan persiapan," kata Shahril usai menjalani latihan di Lapangan Futsal Soccer Coop, Kamis (30/12).

Bukan hanya padat, Persib pun harus menempuh jarak yang cukup jauh di setiap laganya. Pada 12 Januari mendatang, Persib harus ke Palembang. Dari Palembang, Persib harus berangkat ke Bontang dan Samarinda untuk menjalani laga tanggal 16 dan 20 Januari. Keesokan harinya, Persib harus kembali lagi ke Bandung untuk menjamu juara bertahan Arema di Stadion Siliwangi (23/1). Belum lagi harus berangkat ke Papua untuk menghadapi Persipura Jayapura (2/2) dan Persiwa Wamena (6/2).

Kendati demikian, Shahril mengaku hal ini menjadi tantangan baginya. Ia pun bertekad mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa terus memperkuat Persib.

"Ini merupakan tantangan sekaligus pengalaman baru buat saya, untuk mengangkat posisi Persib yang berada di zona degradasi. Saya yakin dengan kekuatan pemain yang ada, ditambah empat pemain timnas, Persib bisa kembali bersaing di papan atas," kata pemain sepak bola terbaik Singapura 2010 ini.

Dan baginya, untuk bisa menjalani semua itu, kuncinya adalah istirahat yang baik. "Kita harus bisa memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin agar kondisi fisik bisa terus terjaga," kata kapten timnas Singapura ini.


Source : GM
0 comments

Daniel Pantau Mental

KIARACONDONG,(GM)-
Usai mendapat tekanan yang cukup berat, mental empat pemain Persib Bandung yang bermain di timnas Indonesia perlu diperbaiki. Beban mental yang berat harus segera disegarkan kembali jelang laga melawan Sriwijaya FC mendatang.

"Tekanan dari PSSI untuk memenangkan pertandingan leg II final Piala AFF 2010 sangat berat. Saya kasihan kepada mereka," ujar pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito usai memimpin latihan Pesib di Lapangan Futsal Soccer Coop, Kamis (30/12).

Meski para pemain Persib yang bergabung dengan timnas Indonesia sudah harus bergabung bersama rekan-rekannya di Bandung mulai Senin (3/1) mendatang, Daniel tidak terlalu membebaninya untuk segera berlatih bersama Persib.

"Ya, pokoknya gabung dulu bersama Persib. Kita mulai lagi bersama," tuturnya.

Berdasarkan pengamatan Daniel, beban yang dipikul para pemain timnas Indonesia memang sangat tampak. Bahkan saat memasuki lapangan, sejumlah pemain sudah tampak terbebani dengan target menang dengan skor besar.

"Saat masuk lapangan, sejumlah pemain tertunduk. Mereka tampak tidak enjoy," katanya.

Seperti diketahui, semua pemain Persib memang tampil di laga tersebut. Selain Markus Horison, Maman Abdurahman, dan Cristian Gonzales yang selalu dijadikan starter oleh pelatih Alfred Riedl, pada laga tersebut, Eka Ramdani pun dimainkan pelatih asal Austria itu. Eka dimainkan menggantikan kapten timnas Indonesia, Firman Utina.

"Mereka bermain baik. Sayangnya, Gonzales memang menjadi tidak pas ketika timnas Indonesia menerapkan bola-bola long pass. Gonzales bukan murni target man," jelasnya.

Disinggung tentang peran pemain Persib di timnas Indonesia, Daniel mengatakan, penilaian tidak bisa dilakukan secara individual. Kekalahan timnas Indonesia merupakan kekalahan bersama.


Source : GM
0 comments

Persib Butuh Uji Coba


KIARACONDONG,(GM)-
Awal tahun baru dan jelang laga melawan Sriwijaya FC pada 12 Januari mendatang, Persib Bandung akan langsung mengagendakan uji coba. Sayangnya hingga kini Persib belum menemukan calon lawan.

"Ya, sebelum ke Palembang kita akan lakukan satu kali uji coba antara tanggal 4, 6 atau 7 Januari. Soal lawannya terserah, mau sejajar atau di bawah Persib. Tetapi sebelum melawan Sriwijaya FC, kita butuh satu kali uji coba," ujar pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito usai memimpin latihan di Lapangan Futsal Soccer Coop, Kamis (30/12).

Selain untuk menghindari kejenuhan para pemainnya yang hanya berlatih, uji coba ini diperlukan untuk melihat perkembangan yang dialami anak asuhnya. Termasuk pola permainan yang telah diberikannya kepada tim.

"Setidaknya kita bisa melakukan evaluasi terhadap para pemain. Jadi soal lawan tidak terlalu masalah," tutur mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.

Daniel mengatakan, dengan perubahan jadwal ini Persib pun telah memiliki program latihan baru. Persib kembali akan mematangkan taktik dan pertahanan tim. Oleh karenanya, mulai Jumat (31/1) ini, Persib kembali akan menggelar latihan di Lapangan Brigif Cimahi.

"Mungkin ini juga dilakukan oleh tim lainnya. Karena yang mengalami perubahan jadwal bukan hanya Persib," ujarnya.

Sementara itu, pada latihan kemarin, Jejen Zaenal Abidin masih absen latihan akibat cedera di lutut kanannya. Selain Jejen, pemain Persib lainnya, Rendi Saputra juga absen karena mengalami gangguan kesehatan.

Khusus untuk Jejen, dokter tim Persib, dr. Rafi Ghani mengatakan, cedera yang dialami Jejen diperkirakan bisa pulih dalam waktu dekat. Pasalnya cedera tersebut bukan akibat benturan melainkan hanya cedera otot biasa.

"Sebelumnya Jejen cedera di lutut bagian dalam. Tetapi saat latihan, Jejen diperkirakan salah berpijak, sehingga mengakibatkan otot lutut luarnya cedera. Memang diperlukan terapi tetapi tidak sampai harus difoto MRI," jelasnya.

Source : GM
0 comments

Sunday, November 14, 2010

Persib Butuh Pelatih Karismatik


AHMAD YANI,(GM)-
Persib Bandung membutuhkan seorang pelatih karismatik di mata para pemainnya. Jika pelatih Persib seorang yang karismatik, para pemain setidaknya menyimpan rasa hormat yang ujung-ujung menuruti segala instruksi yang diberikan.

Pandangan tersebut disampaikan salah seorang pentolan Viking Persib Club, Rudi Boseng dalam sebuah perbincangan dengan "GM" di Stadion Prsib, Jln. A. Yani Bandung, Sabtu (13/11). "Selama ini, pelatih Persib kurang karismatik. Akibatnya, para pemain pun tidak terlalu segan dengan pelatih. Coba kalau pelatihnya karismatik, semua pemain pasti hormat dan mau menuruti setiap instruksi pemain," kata Boseng.

Boseng melontarkan pendapatnya terkait dengan munculnya spekulasi pelatih Jovo Cuckovic bakal dicopot dari jabatannya, menyusul hasil buruk yang diraih Persib dalam enam laga pembuka Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011.

Hingga akhir pekan ini, manajemen klub Persib Bandung belum memutuskan masa depa Jovo. Kemungkinan besar, pelatih asal Serbia itu baru akan divonis pekan depan pada pertemuan manajemen tim dengan seluruh jajaran direksi, komisaris dan pemegang saham mayoritas.

Boseng mengatakan, jika Persib memiliki seorang pelatih karismatik atau paling tidak dihormati para pemainnya, berbagai kejadian seperti lengsernya Darko-Daniel Janackovic akibat tekanan dari pemain serta keluhan Jovo yang merasa instruksinya diabaikan, tidak akan terjadi lagi.

Selain karismatik, pelatih Persib juga harus memiliki sikap tegas. Menurutnya, pelatih yang tegas pasti akan menindak segala perilaku indisipliner yang dilakukan para pemainnya. "Kalau saya lihat, persoalan Persib sekarang ini adalah ketegasan pelatih," tandasnya.

Sebelumnya, mantan pemain Persib, Adjat Sudrajat pun mengharapkan ketegasan pelatih terhadap para pemainnya. "Programkan latihan dengan benar. Kalau ada pemain yang tidak menuruti instruksi pelatih, suruh dia duduk di pinggir lapangan. Kalau perilakunya tak berubah, rekomendasikan kepada manajemen untuk dicoret," ujar bintang Persib di era '80-an ini.


Source : GM
0 comments

Monday, June 14, 2010

Jadi Bobotoh karena Sering Baca Beritanya

NAMA besar Persib memang tidak bisa dipungkiri lagi. Hampir semua media baik cetak maupun elektronik selalu saja memuat berita-berita tentang kegiatan tim Maung Bandung ini. Sehingga hampir setiap hari, para pembaca disuguhi berita-berita terkait skuad Persib mulai dari pengurus hingga para pemain.

Banyaknya tayangan atau tulisan tentang Persib, membuat seseorang yang tadinya tidak begitu tertarik pada tim kebanggan warga Jabar ini, menjadi gandrung bahkan menjadi bobotoh sejati. Seperti yang dituturkan Linda Indriani Rompas ketika ditemui di Sekretariat Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Kota Bandung Jln. Pajajaran, Minggu (13/6).

Menurut atlet kursi roda balap ini, ia baru menyukai Persib beberapa tahun belakangan setelah kerapkali menyaksikan dan membaca setiap kegiatan Persib Bandung. "Dulunya saya kurang begitu suka, tapi lama-lama setelah banyak membaca beritannya dan juga nonton kegiatannya, saya jadi tertarik sampai sekarang," terangnya.

Ketertarikan Linda pada awalnya bukan hanya karena banyak membaca kegiatan Persib di koran saja. Tapi ia selalu menyaksikan kemenagan yang diraih para Maung Bandung ini pada setiap pertandingan yang dilakoninnya. "Saya baca Persib itu selalu menang dan setelah melihat langsung di televisi ternyata memang permainannya bagus. Makanya saya jadi tertarik dan selalu nonton setiap pertandingan Persib," terang Linda.

Kendati sekarang sudah menjadi bobotoh setia, tapi Linda tidak pernah punya keinginan untuk menonton langsung tim kesayangannya berlaga. "Saya takut kalau nonton di stadion, apalagi dengan kondisi saya seperti ini," ungkap wanita yang sehari-harinya menggunakan kursi roda ini. (laksmi sri sundari/"GM")


Source : Galamedia
0 comments

Hari ini Mulai Berlatih

BLK. FACTORY,(GM)-
Setelah dua pekan lebih libur, Persib Bandung akhirnya kembali akan menjalani latihan mulai Senin (14/6). Latihan diperkirakan ditujukan untuk mengembalikan kondisi fisik para pemain.

Latihan nanti rencananya akan dipegang oleh asisten pelatih Yusuf Bachtiar. Pasalnya caretaker pelatih Persib Bandung, Robby Darwis tengah mengikuti kursus pelatih Lisensi A nasional di Jakarta hingga 7 Juli mendatang.

Meski tidak berada di Bandung, Robby memastikan akan tetap memantau perkembangan Persib. "Semuanya sudah saya serahkan kepada asisten dan dua staf pelatih. Meskipun saya tidak ada, tetapi arahan tetap ada agar tim bisa mulai membenahi setiap kelemahan," ujar Robby ketika dihubungi, Minggu (13/6).

Sehingga, lanjutnya, Persib sudah dapat kembali pada performa sebelumnya, menjelang laga Piala Indonesia yang akan kembali digelar pada 17 Juli mendatang.

"Sekarang yang terpenting seluruh pemain bisa kembali menemukan kondisi kebugaran serta sentuhan bermain ideal," ujar Robby.

Sesi latihan hari ini akan diikuti seluruh pemain. Bahkan sejumlah pemain Persib yang mengikuti seleksi timnas Indonesia sudah kembali berada di Bandung.

Selain kembali berlatih, tersiar kabar Persib juga akan melakukan uji tanding di Stadion Bima Kota Cirebon. Bahkan media lokal CIrebon telah memberitakan tentang uji coba yang akan dilaksanakan pada 26 Juni mendatang itu. PSSI Kota Cirebon pun telah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk meraih hasil maksimal.

Kendati demikian, belum ada pernyataan resmi dari Persib tentang hal itu. (B.98)**

Source : Galamedia
0 comments

Persib Tetap Pede

BLK. FACTORY,(GM)-
Meski PT Liga Indonesia baru berencana mengeluarkan jadwal Piala Indonesia (PI) pada 1 Juli mendatang, Persib Bandung secara tegas siap menghadapi tim mana pun. Persib pun bertekad meraih hasil tertinggi di ajang ini.

"Kita harus tetap yakin bisa berbicara banyak di ajang ini. Saya rasa sisa pemain yang ada semuanya bisa diandalkan. Syaratnya, tidak ada lagi pemain yang kondisinya menurun," ujar caretaker pelatih Persib Bandung, Robby Darwis ketika dihubungi, Minggu (13/6).

Untuk meraih gelar juara Piala Indonesia memang bukan hal yang mudah. Sebagian besar lawan yang akan dihadapi nanti merupakan tim papan atas Liga Super Indonesia. Namun Robby tetap optimistis, Persib bisa berharap para pemainnya bisa terus melaju ke babak berikutnya.

"Makanya saya harapkan semua pemain bisa menjaga kondisinya masing-masing agar tim tidak makin pincang," lanjutnya.

Robby sendiri enggan memilih lawan di babak 8 Besar nanti. Semua lawan dianggap memiliki kesempatan yang sama untuk lolos ke babak semifinal.

"Kita tidak akan gentar. Yang pasti, kita tidak memilih-milih lawan di ajang 8 Besar nanti. Lebih baik kita konsentrasi menggelar persiapan agar bisa maksimal. Dan yang lebih penting, semua unsur di tim, termasuk manajemen, pelatih, dan pemain punya keyakinan sama, yakni kita bisa juara," tuturnya.

Jika berkaca pada hasil LSI 2009/2010 ini, catatan Persib dengan calon lawan yang akan dihadapi nanti terlihat kurang meyakinkan. Saat bermain di kandang Persib memang mampu menang atas Persik Kediri (6-1), Arema Indonesia (1-0), Pelita Jaya (2-1), dan Sriwijaya FC (1-0). Tetapi saat melawan Persipura Jayapura dan Persija Jakatra, Persib ditahan imbang 0-0.

Sedangkan pada partai tandang, Persib hanya mampu menang atas Persik Kediri (2-1). Selebihnya Persib kalah dari Persebaya dan Pelita Jaya. Sedangkan melawan Sriwijaya FC, Arema, dan Persipura, Persib hanya mampu bermain imbang.

Kendati demikian, Robby mengaku tidak ingin berpatokan pada hasil tersebut. Persib akan berusaha memperbaiki catatan yang dilaluinya pada LSI musim ini.

"Termasuk melawan tim juara tahun lalu yakni Sriwijaya, kita tidak akan takut. Dalam sesi latihan nanti, semua pemain ditekankan agar bisa tampil lepas melawan siapa pun," tukasnya. (B.98)**


Source : Galamedia
0 comments

pay per click beneran cuuuyyy

 
 

©  Copyright by Viking Fronteira

Desigen by Byzantium Rooter | Jatiraga - Jatitujuh